Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

IPA BAB 1 : GERAK ESINOM [ SISTEM GERAK TUMBUHAN ]

Gerak Esionom Gerak esionom adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi atau disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar (lingkungan). Berdasrakan jenis rangsangannya, gerak esionom dibagi menjadi : 1. Gerak tropisme Gerak tropisme didefenisikan sebagai gerak pada tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang yang menimbulkan gerak. Gerak tropisme dibagi menjadi dua yaitu : a. Tropisme positif = gerak tumbuhan mendekati arah rangsang. Contoh tumbuhan bunga matahari yang tumbuh selalu menghadap ke arah matahari. b. Tropisme negatif = gerak tumbuhan menjauhi arah rangsang Selain itu, berdasarkan jenis rangsangnya gerak tropisme dibagi menjadi : a. Geotropisme (gravitropisme) Adalah gerak pada organ tumbuhan yang menuju pusat bumi. Contohnya adalah arah gerakan akar tanaman yang selalu menuju pusat bumi. b. Hidrotropisme Adalah gerakan pada organ tumbuhan yang selalu menuju ke sumber air. Contohnya, akar selain tumbuh menuju pusat bumi, ia juga tumb

IPA BAB 1 : GERAK HIGROKOPIS [ SISTEM GERAK TUMBUHAN ]

Gambar
Gerak Higroskopis Gerak hidroskopis adalah gerak pada bagian tubuh tanaman karena pengaruh perubahan kadar air dalam sel sehingga menyebabkan terjadinya pengerutan yang tidak merata. Contoh : 1. Merekahnya kulit buah kacang polong pada saat sudah matang. Awalnya kulit acang polong ini berwarna hijau dan lembab karena mengandungbanyak air di dalam selnya. Lama – kelamaan, kadar air dalam sel – sel kulitnya berkurang sehingga kulitnya berubah menjadi warna coklat kering dan jika dibiarkan maka ia akan terbuka dengan sendirinya. 2. Membukanya dinding sporangium (kotak spora) pada tumbuhan paku – pakuan. 3. Membentang dan menggurungnya gigi – gigi peristoma pada sporangium lumut. sumber :  https://www.avkimia.com/2017/07/materi-ipa-kelas-8-gerak-pada-tumbuhan.html

IPA BAB 1 : GERAK ENDONOM [ SISTEM GERAK TUMBUHAN ]

Gambar
Gerak endonom Gerak endonom adalah gerak pada tumbuhan yang terjadi secara spontan dan tidak diketahui penyebabnya. Dapat dikatakan juga bahwa gerak ini tidak memerlukan rangsangan dari luar. Diduga bahwa rangsangan berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Contohnya : 1. Gerak pertumbuhan daun. Daun yang awalnya kecil akan tumbuh memanjang dan melebar seiring dengan waktu. Pergerakan melebar dan memanjangnya daun tidak memerlukan rangsangan dari luar dan terjadi dengan sendirinya. 2. Gerak rotasi sitoplasma pada sel – sel daun. Gerak ini disebut juga siklosis dimana sitoplasma bergerak mengelilingi inti sel tanpa ada rangsangan dari luar. Perhatikanlah gambar berikut ini : sumber : https://www.avkimia.com/2017/07/materi-ipa-kelas-8-gerak-pada-tumbuhan.html

IPA BAB 1 : GERAK HEWAN DI DARAT [ SISITEM GERAK PADA HEWAN ]

Gambar
Gerak Hewan di Darat Kecendrungan hewan yang hidup didarat adalah memiliki otot dan tulang yang kuat. Tulang dan otot tersebut diperlukan untuk mengatasi  inersia (kecendrungan tubuh untuk diam) dan untuk menyimpan energi pegas (elastisitas) untuk melakukan aktifitas. Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang besar, akibatnya untuk bergerak gajah dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya juga besar. Namun, perbedaan struktur tulang dan otot hewan tersebut masing-masing hewan menyebabkan hewan tersebut dapat bergerak lebih lincah di banding hewan lainnya. Misalnya kuda, cheetah, dan kijang. Ketiga hewan tersebut memiliki struktur rangka dan otot yang sangat kuat, namun kijang dan cheetah yang memiliki bentuk kaki yang lebih ramping sehingga kijang dan cheetah memiliki elastisitas yang tinggi. Bentuk kaki yang ramping tersebut mengakibatkan kijang dan cheetah pada saat berlari, lebih banyak melompat dan meluncur. Gaya gesek udara yang jauh lebih kecil daripada gaya ges

IPA BAB 1 : GERAK HEWAN DI UDARA [ SISTEM GERAK PADA HEWAN ]

Gambar
  Gerak Hewan di Udara. Hewan-hewan yang terbang di udara dengan cara yang unik. Tubuh hewan tersebut memiliki gaya nagkat yang besar yang mengimbangi gaya gravitasi. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya angkat dengan menggunkan sayap. Prinsip yang sama diterapkan pada pesawat terbang. Khusus untuk pesawat terbang bersayap bentuk  airfoil Sayap burung memiliki susunan kerangka yang ringan, tulang dada dan otot yang kuat. Bentuk sayap  airfoil  membuat udara mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat dari pada bagian bawahnya. Saat sayap dikepakkan, udara akan mengalir ke bawah. Dorongan bawah tersebut akan menghasilkan gaya yang berlawanan arah sehingga bunrung akan terangkat keatas. sumber :  http://sabenggo1.blogspot.com/2016/04/gerak-pada-hewan.html

IPA BAB 1 : UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM GERAK MANUSIA [ SISITEM GERAK MANUSIA ]

Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak pada Manusia  - Setelah mengetahui beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem gerak, maka kita harus dapat mengantisipasi agar tidak mengalami gangguan gangguan tersebut. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan sistem gerak kita adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan kandungan kalsium dalam asupan makanan. Makanan yang banyak mengandung kalsium di antaranya susu, kangkung, kedelai dan olahannya, ikan salmon, kacang almond dan brokoli. b. Berjemur pada sinar matahari pagi karena sinarnya sangat baik untuk membantu pembentukan vitamuin D yang sangat penting dalam membantu penyerapan kalsium dalam makanan. c. Memerhatikan asupan vitamin D dengan makan makanan yang mengandung vitamin D. Makanan yang mengandung vitamin D di antaranya telur, produk olahan dari kedelai, minyak ikan, ikan berlemak, hati sapi dan udang. d. Memerhatikan aktivitas fisik yang cukup setiap harinya. Aktivitas fisik seperti jalan kaki, jogging

IPA BAB 1 : GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISITEM GERAK [ SISITEM GERAK MANUSIA ]

Kelainan pada Tulang dan Otot Berikut ini adalah beberap penyakit pada tulang dan otot, yakni : Skoliosis Skoliosis adalah kelainan pada tulang punggung yang menyebabkantulang belakang membengkok kearah kiri atau ke kanan. Hal ini disebabkan karena terlau sering mengangkat beban pada salah satu bahu atau lengan. Ataupu karena disebabkan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang tidakbenar atau miring sehingga beban tubuh bertumpu pada salah satu lengan. Kifosis Kifosis adalah kelainan tulang tulang dimana tulang membengkok kearah belakang. Kelainan yang satu ini disebabkan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang terlalu membungkuk atau sering memanggul beban yang berat dengan menggunakan punggung. Lordosis Lordois adalah kelainan tulang dimana tulang membengkok ke arah depan. Lordosis merpakan kebalikan dari kifosis. Penyebab kelainan ini adalah posisi duduk dengan membusungkan dada. Polio Polio merupakan kelainan yang disebabkan oleh adanya infaksi virus polio. Pend

IPA BAB 1 : OTOT [ SISITEM GERAK MANUSIA ]

Otot Otot merupakan alat gerak aktif karena tersusun sel-sel otot yang mampu menghasilkan gerak. Otot memiliki fungsi yakni sebagai alat gerak aktif guna membantu tulang supaya dapat bergerak. Jenis-jenis Otot Berikut adalah macam-macam otot berdasarkan jenisnya, yakni : Otot Polos Otot polos yaitu jaringan yang terbentuk oleh sel-sel otot yang bentuknya seperti gelondong dimana dibagian ujungnya cenderung meruncing. Ciri-ciri yang dimiliki oleh otot polos adalah : Bagian tengan membesar sedangkan kedua ujung meruncing. Berinti satu berada ditengah. Kerjanya tidak menurut kehendak sehingga disebut otot tidak sadar. Gerakannya lambat. Dipengaruhi saraf otonom. Tidak cepat lelah. Terdapat pada saluran pencernaan, saluran pernapasan, didin usus, pembuluh darah, alat kelamin, dan alat eksresi. Otot Lurik Otot lurik biasanya disebut sebagai otot rangka sebab otot ini biasanya melekat pada rangka. Otot lurik disebut lurik sebab apabila dilihat dengan menggunakan mik

IPA BAB 1 : SENDI [ SISTEM GERAK MANUSIA ]

Persendian Persendian atau artikulasi adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. Jenis-Jenis Sendi Berdasarkan Sifat Pergerakannya Berdasarkan sifat pergerakannya, sendi dibedakan menjadi 3, yakni sebagai berikut. Sendi Mati (Sinartrosis) Sinartosis atau sendi mati adalah hubungan antar tulang yang tidak dapat digerakan. Misalnya hubungan antara tulang tengkorak. Sendi Kaku (Amfiartrosis) Sendi kaku atau amfiartrosis adalah hubungan antar tulang yang menimbulkan gerak terbatas. Misalnya sendi pada ruas tulang belakang, sendi pada pergelangan tangan, serta sendi pada tulang dada. Sendi Gerak (Diartrosis) Sendi gerak (diartosis) adalah hubungan antar tulang yang menimbulkan gerak bebas. Misalnya hubungan antartulang paha dengan tulang panggul. Berikut ini adalah macam-macam sendi gerak, antara lain : Sendi engsel Sendi engsel memiliki gerakan satu arah. Misalnya sendi pada lutut dan siku. Sendi Pelana Sendi pelana mempunyai gerakan du

IPA BAB 1 : HEWAN DALAM AIR [ SISTEM GERAK PADA HEWAN ]

Gambar
Sistem Gerak Pada Hewan beserta Gambarnya Salah satu ciri dikatakan makhluk hidup yaitu dapat bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Burung berpindah tempat dengan cara mengepakan sayapnya sehingga dapat terbang di udara. Sedangkan ikan berpindah tempat dengan cara berenang di dalam air dengan bantuan ekor dan siripnya. Lain halnya dengan gajah, hewan berpindah tempat dengan berjalan kaki dengan menggunakan keempat kakinya. Klafikasi hewan Menurut jenisnya, hewan dibagi menjadi dua yaitu hewan yang bertulang belakang (Vertebrata) dan hewan yang tidak memiliki tulang belakang (Avertebrata). Sistem gerak yang terdapat pada Vertebrata dan Avertebrata memiliki fungsi yang sama yaitu berhubungan dengan bentuk rangka dan tubuh hewan, walaupun hewan tersebut berpindah tempat dengan cara yang berbeda satu sama lain. Hewan vertebrata yang dibahas dalam artikel ini yaitu pisces (ikan), aves (burung), reptil, amfibi (katak), dan mamalia. Ciri khas h

IPA BAB 1 : RANGKA [ SISTEM GERAK MANUSIA ]

Sistem Gerak Pada Manusia Alat gerak manusia terdiri dari tulang dan otot. Tulang merupakan alat gerak pasif sedangkan otot sebagai alat alat gerak aktif. Rangka memiliki alat gerak pasif karena tulang dapat bergerak apabila adanya aktifitas yang terjadi pada otot. Tulang terbentuk dari kandungan kalsium yang berbentuk garam yang merekat erat dengan bantuan kalogen. Fungsi Rangka Berikut ini adalah fungsi rangka, antara lain : Untuk memberi bentuk pada tubuh. Untuk menegakan tubuh. Untuk melindungi alat-alat tubuh yang lunak. Sebagai tempat melekatnya otot. Tempat pembentukan sel-sel darah. Tempat penimbunan mineral. Jenis-Jenis Tulang Berdasarkan Jenisnya Berdasarkan jenisnya, tulang penyusun rangka dibedakan menjadi 2, yaitu tulang keras dan tulang rawan. Berikut adalah penjelasannya lebih rinci. Tulang Keras Tulang keras mempunyai tekstur yang lebih padat dan bersifat keras dibandingkan dengan tulan rawan. Tulang keras tersusun dari sel-sel tulang, zat kap